26 September 2015

Piknik Vietnam Tengah 14 September 2015

Pada awal bulan September saya menikah dengan perempuan yang saya cintai. Untuk perjalanan pertama kami sebagai sepasang suami istri, kami memilih Vietnam. Negara yang pernah saya kunjungi bersama teman-teman pada awal tahun 2013. Namun kota yang kami kunjungi kali ini berbeda, yaitu Da Nang, Hue dan Hoi An di Vietnam tengah. 

Tidak ada penerbangan langsung ke Da Nang dari Jakarta, sehingga kami harus transit di Kuala Lumpur. Penerbangan dari Jakarta ke Kuala Lumpur menggunakan maskapai Malaysia Airlines pukul 4.30. Ini adalah penerbangan pertama ke Kuala Lumpur dan saya cukup kaget karena pesawat penuh. Mungkin karena ini adalah hari kerja dan banyak pekerja yang melakukan kunjungan kerja ke Kuala Lumpur. Penerbangan menggunakan Malaysia Airlines terasa menyenangkan dengan pelayanan yang prima.

Kami tiba di Bandara Internasional Kuala Lumpur pukul 7.30. Setelah turun dari pesawat, terasa asap tipis akibat kebakaran hutan di Pulau Sumatera mempengaruhi jarak pandang dan napas terganggu. Penerbangan kami berikutnya dengan rute Kuala Lumpur - Da Nang menggunakan maskapai AirAsia. Karena beda terminal, maka kami segera keluar imigrasi, naik KLIA Ekspress menuju terminal KLIA2, lalu masuk ke imigrasi untuk menuju gate penerbangan.

Pesawat AirAsia AK 648 yang membawa kami ke Da Nang berangkat tepat waktu, yaitu pukul 10.50.  Perjalanan berjalan lancar, namun ketika kami hendak mendarat di Bandara Internasional Da Nang cuaca memburuk sehingga pilot tidak bisa mendarat. Setelah mencoba hingga 1 (satu) jam dan tidak ada tanda-tanda cuaca membaik, akhirnya pilot memutuskan untuk mengalihkan pesawat ke bandara Siem Reap di Kamboja karena bahan bakar menipis dan mendarat pukul 15.00 waktu setempat.

Bandara Internasional Siem Reap, Kamboja

Di Siem Reap, kami tidak diperbolehkan turun dari pesawat oleh otoritas Kamboja sehingga tetap di dalam pesawat menunggu cuaca membaik di Da Nang. Menurut saya hal ini masuk akal karena: 1) Jika penumpang dibolehkan turun, maka dapat dibayangkan betapa repotnya pihak bandara untuk proses debarkasi dan embarkasi. 2) Beberapa penumpang (asal Eropa atau Australia) mungkin tidak punya visa masuk untuk ke Kamboja karena tujuan mereka adalah Vietnam, dan hal ini menyulitkan pihak imigrasi Kamboja dan maskapai sendiri.

Setelah menunggu 1 (satu) jam di Siem Reap dan pengisian bahan bakar selesai, pesawat kembali terbang ke Da Nang. Ketika kami mendekat di Da Nang, cuaca masih mendung tebal dan hujan gerimis. Pesawat bisa mendarat dengan baik pukul 17.00 waktu setempat. Setelah keluar imigrasi, saya langsung mencari hotspot Wi-Fi. 

Awalnya kami merencanakan untuk naik kereta api dari Da Nang ke Hue, kota tempat kami menginap malam itu. Saya membeli tiket kereta api Reunification Express SE4 yang berangkat pukul 14.13 melalui situs vietnamimpressive.com. Karena cuaca buruk, kami jadi ketinggalan kereta dan tiket hangus. Tapi kami tetap optimis dan naik taksi ke stasiun Da Nang untuk mencari tahu apakah ada kereta lainnya yang ke Da Nang malam itu. Dari dalam taksi terlihat sisa hujan angin yang menerpa kota Da Nang siang tadi. Banyak dahan dan ranting pohon yang patah dan merintangi jalan raya.

Kami sampai di stasiun pukul 18.00 dan langsung menuju ke loket. Untungnya masih tersedia tiket kereta untuk ke Da Nang pukul 19.00. Tiket yang masih tersedia hanya kursi kayu dengan kipas angin (di kereta yang rencananya kami naiki siang tadi, kami membeli tiket untuk kursi sofa dengan AC). Tidak apa-apa asal kami tetap bisa ke Hue.



Kami tiba di stasiun Hue pukul 21.30 waktu setempat. Dari stasiun ke hotel kami naik taksi. Selalu menyenangkan bepergian menggunakan taksi di Vietnam, asal pilih perusahaan taksi Mai Linh atau Saigon Taxi. Kami tiba di hotel pukul 22.00 dan langsung ke restoran untuk makan malam. Setelah kenyang kami kembali ke kamar untuk tidur.

Stasiun Hue
Kamar kami di Hotel Cherish Hue
(bersambung)
Post a Comment