16 November 2014

Piknik Beijing 3 November 2014

Pada hari kedua di Beijing kami keluar hotel agak siang, sekitar jam 10. Tujuan awal kami hari itu adalah tembok besar Cina di Badaling, yang terletak sekitar 50 km di utara pusat kota Beijing. Untuk menuju ke sana, kami perlu naik bus dari terminal bus Deshengmen. Stasiun subway terdekat adalah Jishuitan sehingga kami naik subway line 6 dari stasiun Dongsi sebagai stasiun terdekat dari hotel kami ke Yonghegong Lama Temple lalu melanjutkan naik line 2 ke Jishuitan. Di stasiun Yonghegong Lama Temple, saya sempat tersasar sehingga keluar dari stasiun. Untungnya ada seorang warga Beijing yang memberitahu pintu masuk untuk kereta line 2.

Taman Dekat Yonghegong Lama Temple

Kanal Kota di Beijing

Sesampainya di terminal bus Deshengmen, ternyata bus ke Badaling sudah tidak ada lagi. Bus hanya beroperasi setiap hari dari pagi hingga pukul 11 siang. Kami lalu berinisiatif untuk pergi ke Istana Musim Panas (Summer Palace) di daerah Haidian, 15 km dari pusat kota Beijing. Untuk menuju ke sana kami kembali naik subway line 2 ke Xizhimen, lalu naik subway line 4 ke stasiun Beigongmen.

Istana Musim Panas adalah istana kekaisaran Cina yang dibangun pada masa Dinasti Qing, atau yang dikenal pula dengan Dinasti Manchu, yang merupakan dinasti terakhir yang memerintah Cina. Istana ini dibangun pada tahun 1750, namun sebagian besar hancur dalam Perang Opium Kedua antara Cina dengan koalisi Inggris - Perancis. Istana ini kemudian dibangun kembali pada tahun 1886 ke bentuknya yang sekarang. Istana Musim Panas ditetapkan sebagai salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO pada Desember 1998 dan situs pertama di Beijing yang kami kunjungi.

Istana Musim Panas Beijing

Ketika kami berkunjung, cuaca cerah dengan suhu berkisar sekitar 11º celsius, sehingga nyaman untuk berjalan kaki walaupun cukup jauh. Hal yang cukup mengejutkan saya ketika berkunjung ke sini adalah ternyata budaya Cina di negeri asalnya berwarna warni dan tidak melulu dominan warna merah. Kolom, atap dan dinding istana dilukis berwarna-warni dengan atap yang dominan berwarna emas.


Salah satu bangunan di Istana Musim Panas

Rute yang kami lalui di Istana Musim Panas adalah masuk dari Gerbang Utara, Suzhou Street yaitu deretan toko yang dipisahkan oleh kanal seperti Venesia, Italia. Kemudian naik ke 万寿山 atau Bukit Panjang Umur (Longetivity Hill) lalu ke 四大部洲 (Si Da Bu Zhou), 智慧海 atau Sea of Wisdom, kemudian berbelok ke kanan ke galangan kapal, dan bangunan perahu marmer yang dibangun oleh Ibu Suri Cixi setelah selesai Perang Opium.

Suzhou Street


Galangan Kapal di Istana Musim Panas

Pohon Ginkgo Biloba di Musim Gugur

Perahu Marmer

Kami kemudian menyusuri 长廊 atau Koridor Panjang, dengan panjang 728 meter yang dibagi ke dalam empat musim di Beijing. Konon, delegasi UNESCO hanya berjalan di sepanjang koridor ini ketika memutuskan untuk memasukkan Istana Musim Panas ke dalam Situs Warisan Dunia UNESCO. Dari Koridor Panjang, kami memasuki 乐寿堂 yang merupakan tempat tinggal Ibu Suri Cixi, 大報恩延壽寺 atau Kuil Panjang Umur yang merupakan pusat dari Istana Musim Panas, 宜芸馆 atau Kuil Yiyun, 玉澜堂 yang merupakan tempat kediaman Kaisar, dan 德和园 atau Taman Dehe tempat gedung opera istana berlokasi. 

Koridor Panjang

Koridor Panjang

大報恩延壽寺 (Kuil Panjang Umur)

Puas melihat pusat Istana Musim Panas, kami lalu kembali ke Gerbang Utara melalui 谐趣园 atau Taman Xie Qu untuk mengembalikan panduan audio (audio guide) dan melanjutkan ke tujuan wisata berikutnya 天坛 (Tian Tan) atau Temple of Heaven yang berlokasi di Distrik Dongcheng. Dari Istana Musim Panas, kami kembali naik subway line 4 dari stasiun Beigongmen ke stasiun Xidan, lalu berganti line 1 ke stasiun Dongdan, dan terakhir naik line line 5 ke Tiantan Dongmen.

Taman Xie Yu

Namun sayangnya ketika kami sampai di stasiun Tiantan Dongmen sudah pukul 16.30 waktu setempat dan langit sudah senja. Karena area Tian Tan besar kami putuskan untuk menunda kunjungan ke Tian Tan menjadi besok pagi. Kami lalu makan di restoran Yoshinoya di Hongqiao Market, sebuah mall dekat dengan Tian Tan. Setelah kenyang, kamu lalu beranjak kembali ke hotel. Saya terkejut ketika keluar dari mall pukul 17.00, langit sudah gelap pekat seperti pukul 19.00 dan suhu dingin menyelinap di sela-sela jaket. Kami kembali menggunakan subway line 5 dan turun di stasiun Dongsi.

(bersambung)


Post a Comment